Perjalanan Di Pulau Simeulu
Post by: Jimmy on November 14th, 2006 | File Under Pribadi
Setelah sekian lama akhirnya aq bikin dah nehh perjalanan aq ke simeulu, perjalanan yang sangat menyedihkan dan paling bersejarah dalam hidup ku, aq tak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya. baiklah gini ceritanya :
Simeulu sebenarnya pulau yang sangat indah dengan berbagai macam suku dan banyak bahasa yang tidak aq mengerti, tak terpikirkan oleh aq untuk pergi ke pulau yang konon dulu tempatnya cengkeh terbesar di aceh, tapi pada tanggal 15 agustus 2006 kemaren aq brangkat ke simeulu karena ada tugas yang harus aq selesaikan disana, tugas yang harus aq selesaikan disana adalah pemasangan Radio Codan dan Motorola pada mobil ARC (Australian Red Cross).Aq brangkat pada senin pagi bersama Mulyadi dan David Kolla, David adalah Bos IT di IFRC dia orang Kenya dan gak bisa berbahasa Indonesia. Saat sampai di bandara aq berfikir kami naik pesawat aduh ternyata naik Helikopter dan aq sangat tidak suka naik Heli karna perut aq selalu mual mending naik kapal laut tapi ya udah lah aq ngikutin aja, sesampainya kami di Simeulu tepatnya pada pukul 12.00 kami disambut oleh seorang cewek bernama Yanki atau sering dipanggil Qq, pertama aq berfikir Qq ini adalah Driver gak tau dia adalah bos nya para Driver ARC dan dia juga seorang wanita yang asik, sesampainya di kantor kami makan siang bersama seorang bule yang juga bekerja di IFRC karena perut lapar ni pasti aq makan banyak sesampainya di cafe aq bingung harus makan apa karna cafe itu gak da jual nasi yang ada cuma roti bakar dan burger ya mau gimana lagi kalo gak makan aq lapar kalo makan juga perut aq pasti terkejut karna gak biasanya aq makan roti disiang hari aduhhhh mati aq rasanya.
Setelah makan aq dan mulyadi langsung memasang radio karna kalo gak masang kami gak da kerjaan lagi makanya kami masang biar da kegiatan walaupun cuma satu mobil, jam 17.00 aq dan mulyadi pulang ke guest home tempat kami menginap dan david ke rumah yang lain dia menginap tempat mukesh, saat makan malam kami berdua diajak ke pusat kota dan pada malam itu ada acara hiburan rakyat rame juga ni, setelah makan kami pulang dan aq langsung membaringkan tubuh ku ke kasur, pada hari2 berikutnya kami tak ada kekurangan apapun dan kendala juga belum kami temui, pada hari ketiga kami tidak kerja lagi hanya menunggu jadwal kepulangan ke banda aceh pada hari itu lah hari yang sangat menyakitkan karena stok duit dah habis dan makan pun gak tau kemana Qq yang selama ini ngajak kami makan hari itu brangkat ke medan, kami gak tau mau makan apa dan perut rasanya mulai berontak tapi apa boleh buat yang bisa kulalukan hanyalah berdiam diri dan tidur2an di kamar meskipun lapar aq tetap menahannya, waduh sedih juga seh tapi gak apa2 lah ni hanya sebagian kecil dari pengalaman kami berdua gak makan selama 2 hari dan pada hari jum’at itu adalah hari yang sangat bahagia karna aq lepas dari penderitaan dan lepas dari rasa lapar karna aq berangkat pulang ke banda aceh. rasanya aq gak akan bakalan balik lagi ke Simeulu.
Setelah makan aq dan mulyadi langsung memasang radio karna kalo gak masang kami gak da kerjaan lagi makanya kami masang biar da kegiatan walaupun cuma satu mobil, jam 17.00 aq dan mulyadi pulang ke guest home tempat kami menginap dan david ke rumah yang lain dia menginap tempat mukesh, saat makan malam kami berdua diajak ke pusat kota dan pada malam itu ada acara hiburan rakyat rame juga ni, setelah makan kami pulang dan aq langsung membaringkan tubuh ku ke kasur, pada hari2 berikutnya kami tak ada kekurangan apapun dan kendala juga belum kami temui, pada hari ketiga kami tidak kerja lagi hanya menunggu jadwal kepulangan ke banda aceh pada hari itu lah hari yang sangat menyakitkan karena stok duit dah habis dan makan pun gak tau kemana Qq yang selama ini ngajak kami makan hari itu brangkat ke medan, kami gak tau mau makan apa dan perut rasanya mulai berontak tapi apa boleh buat yang bisa kulalukan hanyalah berdiam diri dan tidur2an di kamar meskipun lapar aq tetap menahannya, waduh sedih juga seh tapi gak apa2 lah ni hanya sebagian kecil dari pengalaman kami berdua gak makan selama 2 hari dan pada hari jum’at itu adalah hari yang sangat bahagia karna aq lepas dari penderitaan dan lepas dari rasa lapar karna aq berangkat pulang ke banda aceh. rasanya aq gak akan bakalan balik lagi ke Simeulu.
Begitulah cerita perjalanan ku di Simeulu Island.
Comments (7 responses so far)