Kota Naga
Post by: Jimmy on September 8th, 2007 | File Under Umum
Pas liburan Idul Fitri aq sempat jalan-jalan sore sambil melihat keindahan Kota Naga (Tapak Tuan) yang sudah lama gak aq jelajahi, setahun aq gak pernah jalan-jalan sore lagi di Kota Naga, aq lebih sering menyebut (Tapak Tuan) dengan Kota Naga karna dulunya namanya Kota Naga kemudian berubah dengan nama (Tapak Tuan), ceritanya panjang tapi gak apa-apa lah aq akan menceritakan bagaimana Legenda Kota Naga berubah menjadi (Tapak Tuan).
Kota Tapak Tuan terletak di pesisir pantai Selatan di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam tepatnya Ibu Kota Aceh Selatan.Dahulu semasa aq masih duduk di kelas VI MIN Tapak Tuan, aq banyak mendengar tentang cerita asal mulanya kota Tapak Tuan dan Legenda Naga yang konon dulu ada daerah Tapak Tuan. Sebelum dinamakan Tapak Tuan Kota ini dinamakan Kota Naga karna kota tersebut ada Naganya benar atau tidaknya aq juga kurang tahu.Dahulu ada dua ekor NAGA satu jantan satu betina dan seorang PUTRI serta ada seorang Lelaki yang sedang
bertapa lelaki itu biasa disebut Tuan Petapa, disaat Tuan tersebut bertapa beliau dikejutkan dengan seekor naga yang sedang menghampiri sang Putri yang sedang tidur disebuah gunung yang sekarang gunung tersebut dinamakan Gunung Putri Tidur, disaat itu juga Tuan melihat sang Naga beliau langsung melemparkan tongkatnya kearah Naga Jantan sampai naga tersebut terluka kena tongkat Tuan itu, Naga itu belum mati dan langsung lari ke arah Putri, Naga jantan terkena tongkat Tuan tersebut dan Tuan itu langsung berlari kearah dua ekor Naga yang sedang dalam perjalanan dan Tuan itu berniat menolong sang Putri, sambil berlari tampa sengaja Kupiah (topi) Tuan tersebut terjatuh dan beliau juga meninggalkan Tapak Kaki di kaki gunung yang nama gunung tersebut Gunung Pelita tidak jauh dari tapak kaki tersebut kira2 cuma 1 meter ada jurang yang dalam kira2 dalamnya sekitar 30 M ke permukaan laut, lebar tapak 2 M dan panjang 5 M dengan kedalaman tapak tersebut 2 M. Dalam pengejarannya Tuan tersebut berkelahi dengan Naga Jantan sedangkan Naga betina melarikan diri, Naga jantan dapat dibunuh oleh Tuan Petapa. yang darahnya mengalir di salah satu desa yang sekarang nama desa tersebut Batu Merah dan hati Naga terlempar ke salah satu desa yang sekarang nama desa tersebut Batu Itam (Batu Hitam), Naga betina melarikan diri ke laut dan menuju Bakongan dan salah satu pulau yang ada di bakongan dibelah oleh Naga betina dan pulau tersebut dinamakan Pulau Dua dan konon menurut cerita Naga Betina lari ke negeri Cina itulah sedikit cerita tentang awal dari Kota Tapak Tuan kenapa dinamakan Tapak Tuan karena ada Tapak Kaki Tuan Petapa.Sebenarnya aq kurang percaya karna itu hanya legenda tapi bukti2nya ada yang bener tapi itu pun belum tentu benar, ada yang aq lihat dan ada yang tidak aq lihat dan menurut cerita Tuan tersebut meninggal dan dikuburkan di desa Padang tepatnya di belakang MIN Tapak Tuan tempat aq sekolah panjang kuburan kira2 20 M orang banyak yang bernazar di kuburan tersebut. salah satu buktinya
Batu Merah, Batu Itam, di Batu Itam terdapat tempat Wisata Alam yang namanya Tingkat Tujuh konon tingkat Tujuh salah satu jalur Naga untuk turun kelaut, topi dan tongkat yang ada ditengah laut dan disekeliling kedua benda tersebut ada pusaran air topi dan tonkat bisa dilihat dari Gunung Pelita dan salah satu bukti lagi adalah Tapak Kaki dari Tuan Petapa dan sekarang itu jadi tempat keramat ditempat itu kita gak boleh memaki dan mencela tapak tersebut, karena tempat itu memakan korban dan kebetulan korban tersebut murid pramuka dari Bapak ku, itu bukti yang aq lihat sedangkan bukti yang cuma aq dengar ada Gua Kalam itu tempat Naga bersemayam atau lebih akrab disebut tempat Naga tinggal dan ada yang mengatakan kalo di Gua Kalam masih terdapat satu ekor Naga yang terjebak didalam Gua itu, aq belum pernah kesana tapi kata orang tua terdahulu dilarang masuk ke Gua itu karna sangat berbahaya.Nama Tapak Tuan diambil dari Tapak kaki Tuan Petapa itu dahulu kota Tapak Tuan namanya Kota Naga dan sekarang pun masih ada yang menamakan Tapak Tuan dengan Kota Naga, Tapak Tuan adalah Kota di pesisir pantai dan dikaki Pegunungan. Setelah Kakek habis bercerita aq belum begitu percaya karna itu hanyalah sebuah legenda dan belum tentu benar tapi ada juga yang percaya atas kejadian tersebut.
bertapa lelaki itu biasa disebut Tuan Petapa, disaat Tuan tersebut bertapa beliau dikejutkan dengan seekor naga yang sedang menghampiri sang Putri yang sedang tidur disebuah gunung yang sekarang gunung tersebut dinamakan Gunung Putri Tidur, disaat itu juga Tuan melihat sang Naga beliau langsung melemparkan tongkatnya kearah Naga Jantan sampai naga tersebut terluka kena tongkat Tuan itu, Naga itu belum mati dan langsung lari ke arah Putri, Naga jantan terkena tongkat Tuan tersebut dan Tuan itu langsung berlari kearah dua ekor Naga yang sedang dalam perjalanan dan Tuan itu berniat menolong sang Putri, sambil berlari tampa sengaja Kupiah (topi) Tuan tersebut terjatuh dan beliau juga meninggalkan Tapak Kaki di kaki gunung yang nama gunung tersebut Gunung Pelita tidak jauh dari tapak kaki tersebut kira2 cuma 1 meter ada jurang yang dalam kira2 dalamnya sekitar 30 M ke permukaan laut, lebar tapak 2 M dan panjang 5 M dengan kedalaman tapak tersebut 2 M. Dalam pengejarannya Tuan tersebut berkelahi dengan Naga Jantan sedangkan Naga betina melarikan diri, Naga jantan dapat dibunuh oleh Tuan Petapa. yang darahnya mengalir di salah satu desa yang sekarang nama desa tersebut Batu Merah dan hati Naga terlempar ke salah satu desa yang sekarang nama desa tersebut Batu Itam (Batu Hitam), Naga betina melarikan diri ke laut dan menuju Bakongan dan salah satu pulau yang ada di bakongan dibelah oleh Naga betina dan pulau tersebut dinamakan Pulau Dua dan konon menurut cerita Naga Betina lari ke negeri Cina itulah sedikit cerita tentang awal dari Kota Tapak Tuan kenapa dinamakan Tapak Tuan karena ada Tapak Kaki Tuan Petapa.Sebenarnya aq kurang percaya karna itu hanya legenda tapi bukti2nya ada yang bener tapi itu pun belum tentu benar, ada yang aq lihat dan ada yang tidak aq lihat dan menurut cerita Tuan tersebut meninggal dan dikuburkan di desa Padang tepatnya di belakang MIN Tapak Tuan tempat aq sekolah panjang kuburan kira2 20 M orang banyak yang bernazar di kuburan tersebut. salah satu buktinya
Batu Merah, Batu Itam, di Batu Itam terdapat tempat Wisata Alam yang namanya Tingkat Tujuh konon tingkat Tujuh salah satu jalur Naga untuk turun kelaut, topi dan tongkat yang ada ditengah laut dan disekeliling kedua benda tersebut ada pusaran air topi dan tonkat bisa dilihat dari Gunung Pelita dan salah satu bukti lagi adalah Tapak Kaki dari Tuan Petapa dan sekarang itu jadi tempat keramat ditempat itu kita gak boleh memaki dan mencela tapak tersebut, karena tempat itu memakan korban dan kebetulan korban tersebut murid pramuka dari Bapak ku, itu bukti yang aq lihat sedangkan bukti yang cuma aq dengar ada Gua Kalam itu tempat Naga bersemayam atau lebih akrab disebut tempat Naga tinggal dan ada yang mengatakan kalo di Gua Kalam masih terdapat satu ekor Naga yang terjebak didalam Gua itu, aq belum pernah kesana tapi kata orang tua terdahulu dilarang masuk ke Gua itu karna sangat berbahaya.Nama Tapak Tuan diambil dari Tapak kaki Tuan Petapa itu dahulu kota Tapak Tuan namanya Kota Naga dan sekarang pun masih ada yang menamakan Tapak Tuan dengan Kota Naga, Tapak Tuan adalah Kota di pesisir pantai dan dikaki Pegunungan. Setelah Kakek habis bercerita aq belum begitu percaya karna itu hanyalah sebuah legenda dan belum tentu benar tapi ada juga yang percaya atas kejadian tersebut.Begitu lah ceritanya bagai mana Kota Naga Berubah nama menjadi Tapak Tuan, sekarang kota tersebut sudah banyak berubah dari Pelabuhan yang lagi diperbaiki dan bermacam lagi perubahan-perubahan dan sangat terasa aneh jika aq pulang kesana, tapi gak apa-apa, gak selamanya sama seperti dulu ya gak…??? aq senang masih bisa menginjakkan kaki di Tapak Tuan karna disanalah aq lahir dan besar sebagai anak manusia.